Malam tadi seseorang yang pernah singgah ke dalam duniaku, tiba-tiba menamparku. Mungkin ini tamparan yang kesekian kali yang dia lakukan, tp jujur ini tamparan yang benar2 membuat lebam kedua pipiku, bukan saja pipi yang dia tampar, tapi tonjokan di dada ini membuat sesak. Tuhan.... apa kesalahan yang pernah aku buat padanya, aku selalu diam tanpa perlawanan, aku selalu mengalah demi dia, tapi balasan ini yang dia kasih. Ya mungkin ini kado yang dia berikan menjelang setahap menambah satu titik kedewasan. Klo saja tangan-tanganku ini ringan, sudah kutampar balik pipinya, atau sebuah bogem mentah akan meluncur ke dadanya seperti apa yang dia lakukan hari ini, aarrrrggghhh tamparan tidak akan mengubah semua seperti apa yang aku inginkan.Aku turut berbahagia jika tamparan ini membuatmu akan menjadi lebih bahagia, tamparan ini tidak akan kusisakan dengan air mata, cacian, makian atau balasan apapun. Aku akan mencoba mengikhlaskan tamparan demi tamparan yang kamu sodorkan ke pipiku, walaupun aku tau aku memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengobati tamparan2 mu ini.
Malam ini kamu berhasil membuat bekas tamparan di pipiku, aku tak tau kapan bekas tamparan ini akan hilang. Tuhan... lagi-lagi aku kalah melawannya, lagi-lagi aku harus mengalah, aku sudah berusaha melawan sekuat tenagaku tapi kekuatannya sungguh sulit aku runtuhkan, aku memang pernah menang melawan tamparannya tapi kemenangan itu tidak pernah bertahan lama. Sungguh senang bisa menjadi seorang pemenang karena menjadi pemenang melawan kekuatan dia, bagiku suatu kebanggaan dimana bukan tamparan yang dia berikan tapi kelembutan yang tidak pernah aku dapatkan dari orang-orang yang pernah singgah ke kehidupanku. Tuhan...sepertinya aku tidak akan pernah menjadi pemenang melawan dia, sebab ini tamparan terakhir atas kekalahanku melawannya.
Klo saja aku boleh meminta, bukan tamparan yang seperti ini yang aku pengen. Aku memang terbiasa menerima tamparan, tonjokan, cacian, makian atau apapun yang dia suka tapi jujur ini tamparan yang benar-benar menusuk tulang pipiku. Ya aku terima kekalahanku malam ini, mulai malam ini juga akan kusembuhkan bekas-bekas tamparan ini, aku hanya meminta jika kamu akan singgah lagi ke kehidupanku, tolong jangan tampar aku lagi. Aku ucapkan terima kasih untuk tamparannya.
Untuk seseorang yang malam tadi menamparku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar